Desa Kalisat

Kec. Ijen
Kab. Bondowoso - Jawa Timur

Artikel

Mengolah Limbah Jadi Berkah: Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Kotoran Kambing dan Limbah Sayur di Desa Kalisat, Ijen dalam Kegiatan KKN UMD UNEJ 07 2026

ARSONO

14 Februari 2026

55 Kali dibuka

Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan hanya kesempatan bagi mahasiswa untuk melayani masyarakat, tetapi juga wadah berbagi pengetahuan yang bisa diterapkan dan berkelanjutan. Salah satu bentuk nyata dari pengabdian tersebut adalah pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang menggunakan bahan dasar kotoran kambing dan limbah sayur, yang dilaksanakan bersama masyarakat desa. Kegiatan ini berawal dari potensi desa Kalisat yang cukup besar, yaitu banyaknya peternakan kambing dan limbah sayur rumah tangga yangbelum dimanfaatkan secara optimal. Sebaliknya, limbah tersebut justru mempunyai peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai bagi pertanian dan perkebunan. Dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN UMD Universitas Jember Kelompok 07 mengajak masyarakat menilai limbah dari sudut pandang baru. Kotoran kambing yang biasa dianggap tidak bermanfaat ternyata bisa diolah menjadi pupuk organik cair yang mengandung unsur hara penting. Pemilihan kotoran kambing sebagai bahan utama sesuai dengan kondisi desa, karena jumlah ternak kambing jauh lebih banyak dibandingkan jenis ternak lainnya. Kotoran kambing digabungkan dengan limbah sayur seperti kulit kentang, sisa kubis, dan sayuran lain sebagai bahan pendukung.
Pelatihan ini dirancang secara praktis agar mudah dimengerti dan diterapkan oleh masyarakat.
Proses pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dilakukan dengan metode fermentasi menggunakan bahan-bahan seperti kotoran kambing yang telah diayak, limbah sayur yang dicacah hingga ukuran sekitar 1 cm, EM4, dan molase sebagai sumber energi bagi mikroorganisme. Cara pembuatannya adalah dengan melarutkan 10 ml molase (sekitar 1 tutup botol) dalam 5 liter air bersih, kemudian dicampurkan dengan sekitar 500 gram kotoran kambing dan 100 gram limbah sayuran dalam wadah fermentasi. Setelah itu, ditambahkan EM4 sebanyak 10 ml sebagai bioaktivator yang mengandung mikroorganisme efektif, sedangkan molase berfungsi meningkatkan aktivitas mikroorganisme agar proses penguraian bahan organik berjalan optimal. Molase yang digunakan bisa berupa molase pabrik atau bahan pengganti seperti gula merah yang larut dalam air dengan takaran setara. Campuran diaduk hingga merata, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat, dalam kondisi kedap udara, dan disimpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung untuk menjaga kestabilan suhu dan aktivitas mikroorganisme. Proses fermentasi memakan waktu sekitar 7 hingga 14 hari. Wadah secara berkala dibuka untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi dan melakukan pemeriksaan. EM4 dan molase sebagai bahan pendukung relatif mudah diperoleh melalui toko pertanian atau platform belanja daring, sehingga pembuatan POC bisa dilakukan mandiri oleh masyarakat dengan biaya yang terjangkau. Dalam sesi diskusi pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah peternakan kambing, terlihat antusiasme peserta yang tinggi, seperti ditunjukkan oleh banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peternak kambing dari Desa Kalisat. Salah satu pertanyaan yang muncul mengenai bahan baku utama untuk pembuatan POC.

“Lebih bagus menggunakan kotoran sapi atau kotoran kambing untuk dibuat POC?”
tanya salah satu peserta pelatihan.

Menjawab pertanyaan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kotoran kambing lebih disarankan karena jumlahnya melimpah di Desa Kalisat dan lebih cocok untuk difermentasi menjadi pupuk cair yang mudah digunakan oleh masyarakat.


Pertanyaan kemudian berlanjut ke bahan tambahan selain kulit kentang.
Warga ingin mengetahui jenis limbah sayur lain yang dapat digunakan dalam pembuatan POC.

“Kalau selain kulit kentang, apa lagi yang bisa dicampur?”
tanya peserta lainnya.

Mahasiswa menjelaskan bahwa berbagai jenis limbah sayur bisa digunakan selama tidak memiliki sifat asam.
Beberapa limbah seperti kulit lemon dan tomat tidak disarankan, serta sayuran dengan kulit tebal atau sudah terlalu busuk. Hal ini dapat mengganggu proses fermentasi.

Lokasi penyimpanan wadah untuk fermentasi juga menjadi perhatian peserta.
Menanggapi pertanyaan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa wadah POC sebaiknya ditempatkan di dalam ruangan atau tempat teduh agar tidak terkena langsung sinar matahari.

Diskusi juga membahas mengenai penggunaan POC pada berbagai jenis tanaman.
Peserta menanyakan tanaman apa saja yang dapat diberi POC serta dosis yang sesuai.

“POC ini bisa dipakai untuk tanaman apa saja?”
tanya peserta.

Mahasiswa menjelaskan bahwa POC dapat digunakan untuk hampir semua jenis tanaman.
Untuk tanaman daun, POC bisa disemprotkan, sedangkan untuk tanaman lain bisa disiramkan di sekitar akar. Untuk tanaman kopi, dosis yang dianjurkan adalah 10 ml POC per 1 liter air, sedangkan untuk tanaman lain umumnya 20 ml per liter air.

Dalam diskusi terkait dampak penggunaan dosis berlebih, mahasiswa menegaskan bahwa POC yang terlalu pekat dapat menyebabkan stres atau bahkan kematian tanaman.
Oleh karena itu, pengenceran sesuai anjuran sangat penting. Diskusi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat Desa Kalisat terhadap pemanfaatan limbah peternakan kambing sebagai pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan.

Selain praktik pembuatan POC, kegiatan ini juga disertai dengan penjelasan mengenai arah pengembangan dan keberlanjutan produk.
Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa POC yang dihasilkan tidak hanya bisa digunakan untuk kebutuhan pertanian sendiri, tetapi juga memiliki potensi dikembangkan sebagai produk bernilai jual. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa jika masyarakat bermaksud memasarkan POC ke depannya, maka koordinasi dengan Dinas Pertanian setempat dapat menjadi langkah awal untuk memastikan pengelolaan dan pemasaran sesuai ketentuan yang berlaku. Pemahaman ini ditujukan sebagai bekal awal agar masyarakat mengetahui langkah pengembangan produk jika ingin dikembangkan lebih lanjut.

Komentar yang terbit pada artikel "Mengolah Limbah Jadi Berkah: Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Kotoran Kambing dan Limbah Sayur di Desa Kalisat, Ijen dalam Kegiatan KKN UMD UNEJ 07 2026"

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

ASWITO

Sekretaris Desa

DIYONO

Kaur Keuangan

JALIYONO

Kaur Perencanaan

PRASATYO

Kasun Krajan

ARSONO

Kasun Kalisat

JUANITA

Kasun Sumber Ayu

ANDI SETIAWAN

Kasun Kampung Baru

SURYATI

Kasun Pedati

JUNAIDI

Kasun Taman Kembar

HOLIP AYUNINGSIH

Kasi Pemerintahan

AGUS SUTRISNO

Kasi Pelayanan

TUTIK NINGSIATI

Kasi Kesejahteraan

VERA TINO PUJILESTARI

Kaur TU dan Umum

MUSLIM

Operator Desa

AHMAD YOGIANTO

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 07:30:00 16:00:00
Selasa 07:30:00 16:00:00
Rabu 07:30:00 16:00:00
Kamis 07:30:00 16:00:00
Jumat 07:30:00 16:30:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.995936009494984
Longitude:114.15220148199298

Desa Kalisat, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso - Jawa Timur

Buka Peta

Wilayah Desa