Desa Kalisat

Kec. Ijen
Kab. Bondowoso - Jawa Timur

Artikel

Tradisi Macan-macanan di Desa Kalisat, Bondowoso

ARSONO

14 Februari 2026

52 Kali dibuka

Indonesia memiliki kekayaan tradisi budaya yang beragam, salah satunya adalah tradisi kesenian rakyat yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat desa. Di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur, termasuk Desa Kalisat, dikenal sebuah tradisi budaya yang unik dan sarat makna, yaitu tradisi Macan-macanan. Macan-macanan merupakan pertunjukan tradisional yang menampilkan sosok macan (harimau) yang dibuat dari bahan sederhana seperti kayu, kain, ijuk, dan hiasan bulu. Sosok macan ini digerakkan oleh seseorang di dalamnya, kemudian diarak atau dipertunjukkan di hadapan masyarakat. Gerakan macan dibuat atraktif dan terkadang menyeramkan, namun tetap mengandung unsur hiburan dan seni. Tradisi ini biasanya ditampilkan dalam acara-acara tertentu seperti hajatan warga, bersih desa, peringatan hari besar keagamaan, atau acara syukuran desa. Kehadiran Macan-macanan selalu menarik perhatian masyarakat, terutama anak-anak, karena tampilannya yang khas dan gerakannya yang dinamis. Macan dalam tradisi ini melambangkan kekuatan, keberanian, dan kewibawaan. Bagi masyarakat Desa Kalisat, Macan-macanan tidak sekadar pertunjukan hiburan, tetapi juga simbol penjaga desa dan penolak bala. Tradisi ini dipercaya sebagai sarana untuk menjaga keselamatan, ketentraman, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, Macan-macanan juga mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong. Proses pembuatan kostum, persiapan pertunjukan, hingga pelaksanaannya melibatkan banyak warga desa, sehingga mempererat hubungan sosial antarwarga. Tradisi Macan-macanan menjadi media pelestarian budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui pertunjukan ini, generasi muda diperkenalkan pada seni dan budaya leluhur mereka. Keterlibatan pemuda desa dalam memainkan dan mengiringi pertunjukan menjadi bentuk nyata regenerasi budaya. Di sisi lain, Macan-macanan juga berfungsi sebagai hiburan rakyat yang mampu menciptakan suasana meriah dan kebersamaan, terutama pada malam hari saat acara desa berlangsung. Di tengah arus modernisasi, keberadaan tradisi Macan-macanan di Desa Kalisat tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa dan partisipasi aktif warga menjadi faktor penting agar tradisi ini tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi mendatang. Bahkan, tradisi ini berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik budaya dan wisata desa. Tradisi Macan-macanan merupakan salah satu identitas budaya Desa Kalisat yang mencerminkan nilai keberanian, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat. Melalui pelestarian tradisi ini, Desa Kalisat tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat jati diri dan persatuan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Komentar yang terbit pada artikel "Tradisi Macan-macanan di Desa Kalisat, Bondowoso"

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

ASWITO

Sekretaris Desa

DIYONO

Kaur Keuangan

JALIYONO

Kaur Perencanaan

PRASATYO

Kasun Krajan

ARSONO

Kasun Kalisat

JUANITA

Kasun Sumber Ayu

ANDI SETIAWAN

Kasun Kampung Baru

SURYATI

Kasun Pedati

JUNAIDI

Kasun Taman Kembar

HOLIP AYUNINGSIH

Kasi Pemerintahan

AGUS SUTRISNO

Kasi Pelayanan

TUTIK NINGSIATI

Kasi Kesejahteraan

VERA TINO PUJILESTARI

Kaur TU dan Umum

MUSLIM

Operator Desa

AHMAD YOGIANTO

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 07:30:00 16:00:00
Selasa 07:30:00 16:00:00
Rabu 07:30:00 16:00:00
Kamis 07:30:00 16:00:00
Jumat 07:30:00 16:30:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.995936009494984
Longitude:114.15220148199298

Desa Kalisat, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso - Jawa Timur

Buka Peta

Wilayah Desa